Semua Masuk Surga, Kecuali...
Surga merupakan
tempat impian yang dirindukan oleh orang-orang yang beriman. Di sanalah tempat
kebahagiaan sejati, yang tiada lagi kesedihan, kekecewaan, dan penderitaan,
seperti yang dialami tatkala hidup di dunia. Bahkan, orang terakhir yang masuk
ke dalam surga dan mendapatkan derajat terendah di sana memiliki kenikmatan
yang jauh lebih besar dan tiada bandingannya dengan kenikmatan yang ada di
dunia yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan
belum pernah pula terbetik dalam hati manusia.
Dalam sebuah riwayat disebutkan,
إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً مَنْ يَسْعَى عَلَيْهِ
أَلْفُ خَادِمٍ كُلُّ خَادِمٍ عَلَى عَمَلٍ لَيْسَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ
“Sesungguhnya penghuni surga yang paling bawah adalah seseorang
yang memiliki 1000 pelayan yang selalu siap
melayaninya. Setiap pelayan memiliki tugas yang berbeda antara yang satu dengan
yang lainnya.” (HR. Baihaqi)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjamin bahwa semua umat beliau pasti masuk surga. Beliau bersabda “Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari no. 425 dan Muslim no. 33).
Dalam hadits
yang lain disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟
قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَد ابى
“Semua umatku akan masuk surga
kecuali yang enggan, para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah yang
enggan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku
niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan
(untuk masuk surga). (HR. Al-Bukhari dan lainnya)
Lalu siapakah
yang enggan masuk surga sehingga berani bermaksiat pada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam ?
Allâh
Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan syari’at Islam sebagai syari’at yang
sempurna, universal dan kekal, sebagaimana firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :
الْيَوْمَ
أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ
الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini
telah aku sempurnakan untukmu agamamu (Islam), dan telah aku cukupkan untukmu
nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu. (Terj. QS.
Al-Mâidah/5:3)
Syariat yang
sempurna ini merupakan sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dimana Beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنِّي
قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا : كِتَابُ اللهِ
وَسُنَّتِي
Sesungguhnya
aku telah tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat
setelahnya yaitu kitabullah dan sunnahku. (HR.
Al-Hakim dari Ibnu Abbas)
Beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda
فَمَنْ
رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
Barang siapa
yang membenci sunnahku maka ia bukan termasuk dari golonganku. (HR.
Al-Bukhari no. 5063 dan Muslim, no. 1401 dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu)
Kedua hadits
di atas memberikan pelajaran mengenai pentingnya
untuk selalu mengikuti tuntunan Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam dalam
menjalani kehidupan ini. Hal ini diperkuat oleh sejumlah ayat – ayat dalam Al Qur’an, diantaranya :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (Terj. QS Al-Hasyr/59:7)
“Barangsiapa mentaati Rasul (Muhammad), maka
sesungguhnya dia telah menaati Allâh”. (Terj. QS. An-Nisâ/4:80)
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasûlullâh
itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allâh.” (Terj. QS. Al-Ahzâb/33:21)
Ummat Rasulullah
Muhammad Shalallahu
Alaihi wa Sallam akan memasuki
surganya Allah ta’ala kecuali bagi mereka yang tidak mau mengikuti
tuntunan Rasul Shalallahu
Alaihi wa Sallam dalam ibadah maupun
muamalah. Mengikuti tuntunan Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah ibadah yang diperintahkan Allâh dan Rasul-Nya,
dengannya seseorang akan mendapatkan balasan Surga. Sebagaimana sabda Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
مَنْ
أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
Barangsiapa
yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku
maka dia enggan (untuk masuk surga). (HR. Al-Bukhari no. 6851
dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)
Dengan
mengikuti tuntunan Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam juga kaum
muslimin bisa terhindar dari perselisihan yang tercela, dan akan menghantarkan
kepada jalan yang selamat. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
:
فَإِنَّهُ
مَنْ يَعِيش مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُم
بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِيِنَ تَمَسَّكُوا
بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Maka
sesungguhnya, siapa diantara kalian yang masih hidup setelahku, maka akan
melihat perselisihan yang banyak, maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan
sunnahku dan sunnah para khulafa’ yang mendapat bimbingan dan petunjuk,
pegangglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham.” (HR. Abu
Dawud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676)
Sebaliknya orang
yang menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak maumengikuti
tuntunan Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam maka akan di
timpa fitnah dan kehinaan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allâh Azza
wa Jalla :
فَلْيَحْذَرِ
الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah
orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul takut akan ditimpa (fitnah) cobaan
atau ditimpa azab yang pedih.” (Terj. QS. An-Nur/24:63)
Khatimah
Beriman pada
Allah ta’ala dan mengikuti tuntunan Rasul Shalallahu
Alaihi wa Sallam adalah kunci masuk surga. Namun ummat Islam masa kini mendapatkan
ujian dimana meninggalkan sunnah Rasul adalah sebuah “kemudahan”.
Krimininalitas seperti prostitusi, pornografi,
miras, hiburan malam, homoseks, perjudian begitu mudah di dapati. Ironisnya sebagian
kaum muslimin di jaman ini justru berhati lemah dan berakal pendek, yang
berlindung di balik dalih Hak Asasi Manusia (HAM) sehingga membiarkan
masyarakatnya terjerembab ke neraka.
Maka dalam kondisi ini kita ingat kembali sabda Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam yang artinya,”“Sesungguhnya perumpamaanku dengan
umat manusia adalah seperti seseorang yang menyalakan api. Ketika api itu telah
menerangi sekitarnya, mulailah laron dan hewan-hewan merayap – yang biasa
terjatuh ke dalam api – berjatuhan ke dalamnya. Maka, orang itu pun berusaha
untuk menahan dan mencegah mereka, namun mereka justru mengalahkannya, sehingga
mereka pun mencampakkan dirinya sendiri ke dalam api. Aku memegang erat-erat
tali pinggang kalian (agar tidak terjerembab ke dalam api), sedangkan kalian
justru berusaha keras untuk menceburkan diri ke dalamnya.” (Riwayat
Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).

Posting Komentar untuk "Semua Masuk Surga, Kecuali..."