Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Marhaban Yaa Ramadhan 1447 H

Alhamdulillahirabbil ‘Alamin. Puji Syukur kehadirat Allah ta’ala, yang mana kaum muslimin akan segera menemui kembali Bulan yang mulia dan penuh berkah, Bulan Ramadhan 1447 H.

Berdasarkan perhitungan hisab dari Kalender Global Hijriah Tunggal, 1 Ramadhan 1447 H akan bertepatan dengan 18 Februari 2026. Hal ini karena pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H atau 17 Februari 2026, pada pukul 16.06 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2.

Wilayah tersebut berada pada 56 derajat 48 menit 49 detik Lintang Utara (LU) dan 158 derajat 51 menit 44 detik Bujur Barat (BB). Pada titik tersebut, posisi Bulan tercatat berada pada ketinggian 5 derajat 23 menit 35 detik dengan elongasi 8 derajat 0 menit 11 detik. Kriteria ini disebut sebagai 'hilal global', yaitu asalkan hilal memenuhi kriteria visibilitas di mana pun dan konjungsi sebelum fajar di Selandia Baru, maka besoknya masuk awal bulan.

Namun Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadhan 1447 H melalui sidang isbat yang digelar Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada hari Selasa 17 Februari 2026.

Terlepas dari hal itu semua, yang jelas kaum muslimin akan bersama – sama memulai puasa pada 1 Ramadhan. Dan untuk menguatkan persiapan ibadah puasa di Bulan Ramadhan 1447 H ini, maka kami coba segarkan kembali ingatan berkaitan pelaksanaan ibadah puasa.

Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan Ash Shiyaam. Secara bahasa Ash Shiyam artinya adalah al imsaak yaitu menahan diri. Sedangkan secara istilah, ash shiyaam artinya : beribadah kepada Allah ta’ala dengan menahan diri dari makan, minum dan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Ibadah Puasa Ramadhan didasarkan pada perintah Allah ta’ala yang tercantum pada QS. Al Baqarah 183 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al Baqorah : 183)

Para ulama berpendapat bahwa Hukum Berpuasa di Bulan Ramadhan adalah WAJIB.

Syarat Sah Berpuasa

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Muqim (tidak sedang safar)
  5. Suci dari haid dan nifas
  6. Mampu berpuasa
  7. Niat

 Adapun Rukun puasa

1.      Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

2.      Menepati rentang waktu puasa

 Hal-hal yang membatalkan puasa

1.      Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja.  

2.      Memasukkan sesuatu ke dalam kubul maupun dubur

Walaupun itu berkaitan dengan metode pengobatan. Misalnya, orang yang mengalami demam tinggi, yang menyebabkan harus dimasukkan obat melalui dubur, maka saat itu pula puasanya akan batal. 

3.      Muntah dengan sengaja

Nabi Muhammad saw bersabda: “Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya.” (HR. Abu Daud).

4.      Melakukan hubungan suami istri

Untuk pelanggaran atas hal ini, ada ketentuan khusus untuk menggantinya. Jika seorang muslim melakukan hubungan suami istri ketika berpuasa, maka ia wajib menggantinya dengan memerdekakan budak mukmin. Jika tidak, ia wajib mengganti puasanya di bulan lain selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak keduanya, ia wajib untuk membayar denda dengan memberi makan orang tak mampu senilai satu mud (0,6 kilogram beras atau tiga per empat liter beras) kepada 60 fakir miskin. 

5.      Keluar air mani dengan sengaja 

6.      Haid dan nifas

Meskipun bukan atas kehendak pribadi dan terjadi secara alamiah, bagi wanita yang sedang berpuasa kemudian mengalami haid, maka puasanya dinyatakan batal. Begitu juga dengan wanita yang nifas. Bagi wanita yang mengalami kejadian ini hendaknya mengganti puasa di lain hari. 

7.      Gila

8.      Keluar dari Islam atau murtad

 Adapun beberapa amal yang disunahkan saat melaksanakan Puasa Ramadan diantaranya:

1.      Sahur

Sahur merupakan sunah untuk berpuasa. Makan sahur tetap disunahkan meski hanya dengan segelas air putih.

2.      Mengakhirkan Sahur

Disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu subuh. Makan sahur kurang baik apabila dilakukan masih terlalu malam, meski tak dilarang. Praktik makan sahur yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam justru menjelang waktu fajar.

3.      Menyegerakan Buka Puasa

Disunahkan untuk menyegerakan berbuka puasa sebelum salat Maghrib. Meski hanya seteguk air atau sebutir kurma. Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4.      Memberi Makan untuk Orang Berbuka

Memberi makan untuk orang yang berbuka puasa sangat dianjutkan, meski hanya seteguk air atau sebutir kurma. “Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang puasa, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya”. (HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

5.      Membaca Al-Quran

Disunahkan bagi orang yang sedang berpuasa, khususnya puasa Ramadhan, untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Jibril alaihissalam mendatangi Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Quran. 

6.      Memperbanyak Sedekah

"Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam itu orang yang sangat murah dengan sumbangan. Namun saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7.      Meninggalkan Nafsu dan Syahwat

Ada nafsu dan syahwat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar‘i, namun disunahkan untuk meninggalkannya.

 

Keutamaan puasa

1.      Allah Ta’ala menyandarkan puasa kepada diri-Nya.

 “Allah ‘azza wa jalla berfirman: setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya” (HR. Bukhari – Muslim).

2.      Puasa akan memberikan syafaat di hari kiamat.

 “Puasa dan Al Qur’an, keduanya akan memberi syafaat kelak di hari kiamat” (HR. Ahmad, Thabrani, Al Hakim. Al Haitsami mengatakan: “semua perawinya dijadikan hujjah dalam Ash Shahih“).

3.      Orang yang berpuasa akan diganjar dengan ampunan dan pahala yang besar.
Allah Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Terj. QS. Al Ahzab: 35)

4.      Puasa adalah perisai dari api neraka. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

puasa adalah perisai” (HR. Bukhari – Muslim)

5.      Puasa adalah sebab masuk ke dalam surga. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam  bersabda:

 “di surga ada delapan pintu, diantaranya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan. Tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa” (HR. Bukhari).

Demikian sedikit pengetahuan seputar ibadah puasa. Semoga dapat menyegarkan ingatan dan memotivasi diri untuk bertaqarub ilallah dengan optimal di Bulan Ramadhan.

Posting Komentar untuk "Marhaban Yaa Ramadhan 1447 H"