Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbakti Kepada Orang Tua

Kaum muslimin telah memasuki bulan Dzulhijjah, dimana sepuluh hari pertama di bulan ini merupakan hari – hari yang mulia. Bahkan Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya, ”Tidak ada hari, suatu amal sholeh lebih dicintai Allah ‘Azza waJalla melebihi amal sholeh yang dilakukan di hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama, Dzulhijjah.  Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allâh? Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allâh, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya ke medan jihad dan tidak ada satu pun yang kembali - mati syahid.” (HR Bukhari, Turmudzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad)

Pada hadits lain disebutkan yang artinya, Tidak ada amal pada suatu hari yang lebih utama dari amal pada hari-hari (tasyriq) ini. Para sahabat berkata, Tidak juga jihad? Beliau menjawab, Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi (HR Bukhari).

Kedua nash di atas menjelaskan betapa besarnya nilai pahala beramal shalih yang dilakukan pada 10 + 3 hari di awal Bulan Dzulhijjah ini. Ada banyak amal shalih yang bisa dilakukan, pada dasarnya semua kebaikan menurut agama ini, baik dalam rangka menjalankan kewajiban ataupun melakukan kesunahan dapat dilakukan untuk niat memuliakan hari – hari ini. Adapun ibadah sehari penuh tanpa jeda semenitpun hanya dapat kita lakukan melalui puasa. Maka, seorang muslim yang melakukan puasa sunah pada 9 hari awal bulan Dzulhijjah, ibaratnya panen raya pahala.

Banyak amal shalih lain yang bisa dikerjakan, namun tentu melaksanakan ibadah haji dan berqurban adalah perbuatan yang sangat disarankan karena dua hal ini hanya dapat dilakukan di Bulan Dzulhijjah. Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,” Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (HR Al-Tirmidzi dan Ibn Majah). 

Allah ta’ala berfirman yang artinya, "Dan di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS. Ali Imran : 97)

Kaum muslimin yang belum memiliki kemampuan untuk menunaikan ibadah haji, maka dapat melakukan amal – amal lain yang nilai pahalanya setara dengan menunaikan ibadah haji. Namun hendaknya dipahami bahwa amalan ini bukanlah pengganti kewajiban menunaikan ibadah haji.

 

Kewajiban Berbakti Pada Orang Tua

Salah satu perbuatan mulia yang nilai pahalanya tinggi hingga setara melaksanakan ibadah haji adalah birrul walidaian atau berbakti pada orang tua. Sebuah riwayat menyebutkan, “Ada seseorang yang mendatangi Rasululah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya masih hidup. Rasul pun berkata padanya, “Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR. Ath-Thabrani )

Berbakti kepada kedua orang tua adalah suatu amalan yang paling utama dan tinggi setelah beriman kepada Allah. Di dalam Al-Qur’an ayat tentang perintah berbakti kepada kedua orang tua banyak disandingkan setelah perintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Allah berfirman yang artinya, ’’Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, …” (QS An-Nisa/4: 36)

Berbakti kepada orang tua adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an yang artinya, Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra’: 23)

Ada banyak cara atau bentuk berbuat baik pada orang tua. Jika kedua orang tua masih hidup maka dapat melakukan perbuatan – perbuatan berikut :

Mentaati keduanya selama tidak mendurhakai Allah

Allah ta’ala berfirman artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…” (QS Luqman: 15)

Merawat orang tua di usia senja

Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya, “Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk surga.” (HR Muslim, Ahmad)

Memberi Nafkah pada Orang Tua

Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam bersabda yang artinya, Mulailah dari dirimu sendiri, engkau beri nafkah dirimu sendiri. Jika ada lebih maka untuk keluargamu. Jika ada lebih maka untuk kerabatmu.” (HR Muslim no 997)

Mendoakan dan memohonkan ampunan untuk keduanya

Rasulullah bersabda artinya, ’’Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat kedudukannya di surga kelak. Ia pun bertanya, “Bagaimana hal ini?” Maka dijawab: “ini karena permohonan ampunan anakmu untukmu. (HR Ibnu Majah)

Bersedekah atas nama orang tua

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR al-Bukhari)

Menyambung silaturahmi dengan kerabat, teman, dan orang-orang yang dulu dicintai kedua orang tua.

Rasul Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR Muslim)

 

Khatimah

Salah satu perintah Allah Ta’ala untuk hamba-Nya adalah perintah untuk birrul walidain. Perintah ini bukan sekedar anjuran, namun wajib hukumnya. Berbuat baik pada orang tua merupakan salah satu cara bertawassul atau mengambil perantara untuk menuju kepada ridha Allah dan pertolongan Allah dengan amalan shalih.

Di sisi lain Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satunya adalah pintu birrul walidain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi).

Maka hendaknya setiap muslim senantiasa berbuat baik pada kepada kedua orang tuanya sebagai bagian ketaatan dan ibadah kepada Allah ta’alaWallahu a’lam bi ashowab.

Posting Komentar untuk "Berbakti Kepada Orang Tua"