Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memakmurkan Masjid Dengan Menghadiri Majelis Ilmu

Insyaa Allah pekan depan kaum muslimin akan memasuki salah satu bulan yang istimewa yakni Bulan Dzulhijjah. Suatu Bulan yang di dalamnya disyariatkan beberapa amal khas yang hanya bisa dilaksanakan di bulan tersebut, yakni ibadah haji dan qurban. Allah ta’ala memerintahkan ibadah haji kepada umat Islam dalam Surah Ali Imran.

Ibadah ini diwajibkan bagi yang mampu, sebagaimana firman-Nya: “Dan (diwajibkan) bagi Allah atas manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa kafir (ingkar), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (Terjemahan QS. Ali Imran: 97). Ayat ini menunjukkan bahwa haji adalah kewajiban yang harus ditunaikan sekali dalam seumur hidup oleh orang yang memiliki kemampuan.

Namun bagi kaum muslimin yang belum memiliki kemampuan melaksanakan ibadah haji hendaknya tidak berkecil hati karena ada amal ibadah lain yang pahalanya setara dengan pahala ibadah haji. Diantaranya pahala menghadiri majelis ilmu di masjid.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ

Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani)

Menuntut ilmu merupakan hal yang sangat dianjurkan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam sangat memperhatikan umatnya agar terus tafaqquh fii diin sampai akhir hayat mereka, dan terus bersemangat untuk menghadiri majelis ilmu.  Di samping menganjurkan untuk menuntut ilmu, beliau juga menganjurkan umatnya untuk menghadiri mejelis - majelis ataupun halaqah ilmu. Karena menghadiri majelis ilmu merupakan salah satu perantara untuk mendapatkan ilmu.

Rasulullah Shalallahu Alihi wa Sallam bersabda yang artinya,Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikelilingi para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim, no. 2699).

Dalam teks Hadis di atas, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam memaparkan keutamaan sekelompok orang yang menghadiri suatu majelis dzikir/majelis ilmu. Selama mereka berada di majelis tersebut, malaikat berdatangan untuk memuliakan mereka. Allah ta’ala juga memberikan rahmat, ketenangan, dan ketentraman bagi orang-orang yang berada di majelis tersebut. Bahkan, Allah ta’al menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada disekitar-Nya.

Ustadz Saad Ibrahim menjelaskan tentang hadits di atas bahwa terdapat beberapa keutamaan bagi orang yang menghadiri majelis ilmu, khususnya di masjid, di antaranya ialah meraih ketenangan. Dalam dunia yang penuh hiruk-pikuk dan kekhawatiran, ketenangan adalah anugerah yang langka. Majelis ilmu menjadi tempat di mana hati yang gelisah bisa menemukan keteduhan. Ketenangan ini bukan hanya sekadar rasa damai, tetapi juga landasan bagi kesehatan jiwa yang akan mempengaruhi kesejahteraan fisik. Kesehatan tidak dimulai dari fisik, tetapi dari jiwa. Ketenangan jiwa inilah yang menjadi dasar bagi kesehatan fisik.

Selain itu, mereka yang duduk di majelis ilmu akan dinaungi dengan rahmat Allah. Rahmat ini adalah wujud kasih sayang Allah yang melingkupi setiap individu yang mencari ilmu. Dalam rahmat-Nya, Allah melindungi, memelihara, dan memberikan bimbingan kepada mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui ilmu. Rahmat Allah itu untuk semua makhluk, baik yang mencari ilmu maupun tidak. Tapi ketika seseorang menuntut ilmu niscaya Rahmat Allah akan terus berlanjut sampai akhirat kelak. Sungguh Rahmat yang di akhirat itu hanya diberikan kepada orang-orang beriman.

Keutamaan selanjutnya ialah Allah akan menyebut nama mereka di hadapan makhluk-makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya. Ini adalah keutamaan yang luar biasa, di mana Allah, dengan segala keagungan-Nya, menyebut dan memuliakan hamba-Nya yang tekun dalam menuntut ilmu. Penghormatan ini menunjukkan betapa tinggi derajat orang-orang yang mencintai ilmu dan berusaha mengamalkannya.

Sejumlah hadits lain juga menyebutkan keutamaan menuntut ilmu, terkhusus menuntut ilmu dengan menghadiri majelis ilmu di masjid. Rasul Shalallahu ALaihi wa Sallam bersabda yang artinya,"Barang siapa yang mendatangi masjidku ini, ia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan, untuk belajar atau mengajar, maka kedudukannya seperti pejuang di jalan Allah. Dan barang siapa yang datang selain dari itu, maka menempati orang yang suka melihat-lihat barang yang lain dari itu.” (HR. Ibnu Majah, 204).

Disebutkan pula dalam hadits yang artinya,"Wahai Abi Zar sesungguhnya engkau berangkat pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitabullah, hal itu lebih baik bagimu dari melaksanakan shalat sunnah seratus rakaat. Dan apabila engkau berangkat pada pagi hari untuk mempelajari satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak (belum diamalkan), maka hal itu lebih baik bagimu daripada melaksanakan shalat sunnah seribu rakaat.” (HR. Ibnu Majah, 219)

Menuntut ilmu bisa dilakukan dengan banyak cara, terutama di era kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, ilmu dengan mudah di dapat meski tidak keluar rumah. Ilmu bisa di dapat dengan membaca referensi online, mendengarkan ceramah secara daring dan berbagai cara lainnya. Namun hadir di majelis ilmu secara faktual tetap lebih utama, sebagaimana para sahabat menuntut ilmu pada rasululllah secara talaqqi atau secara tatap muka. Pun demikian para ulama mengajarkan ilmunya pada murid – muridnya secara langsung dalam sebuah majelis.

Majelis ilmu adalah forum sakral yang terhormat, tempat di mana hati yang tercerai-berai disatukan, keimanan diperkuat, dan ukhuwah Islamiyah dipupuk. Dengan duduk rapat, jamaah menciptakan suasana kekompakan yang mendukung penyampaian dan penerimaan ilmu. Dalam hubungan sosial, duduk bersama tanpa celah juga menghilangkan rasa eksklusivitas yang kadang muncul karena jarak fisik.

Mari kita hidupkan kembali tradisi mulia ini, termasuk di masjid-masjid atau mushalla kita di perkotaan maupun pedesaan. Mari jadikan majelis ilmu sebagai tempat kudus yang penuh dengan orang dan juga dengan adab. Dengan cara ini, kita menjaga tradisi keilmuan Islam dan menyebarkan rahmat dan keberkahan di tengah masyarakat.

 

Khatimah

Menghadiri majelis ilmu merupakan hal yang sangat dianjurkan karena mengandung keutamaan yang besar. Majelis ilmu bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga arena untuk mendapatkan ketenangan, rahmat, dan kehormatan di sisi Allah. Betapa besar anugerah yang diberikan kepada mereka yang dengan ikhlas duduk di rumah Allah, mendalami kitab-Nya, dan saling mengajarkan satu sama lain.

Semoga Allah ta’ala memudahkan kita untuk mengamalkan dan menghidupkan tradisi bermajelis sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam dan para pendahulu. Wallahu a’lam bishawab

Posting Komentar untuk "Memakmurkan Masjid Dengan Menghadiri Majelis Ilmu"